Jagatnatha: Memahami Bhatara Siwa sebagai Penguasa Dunia

Jagatnatha adalah nama sebuah pura berlokasi di jantung di kota Denpasar, Bali. Pada Minggu, tanggal 17 November 2013 bertepatan dengan Purnama Kalima atau Redite Kliwon Pujut adalah piodalan di pura ini. Momentum ini tentu sangat baik melakukan perenungan di dalam meningkatkan kualitas rohani kita. Kiranya relevan rembug sastra kali ini mencoba mengangkat topik “Jagatnatha” di dalam konteks Siwa Tattwa seperti tersurat dan tersirat di dalam sumber-sumber ajaran Hindu di Indonesia, terutama pada naskah-naskah berbahasa Jawa Kuno (Kawi).
Berbeda dengan tradisi keagamaan di India, jagatnatha diasosiasikan dengan tempat pemujaan kepada Krishna, seperti pada Mandira Jagatnatha di kota Puri di Orissa , Jagatnatha di Denpasar adalah pura (tempat suci) untuk memuliakan dan memuja Bhatara Siwa sebagai Jagatnatha. ‘Jagatnatha’ artinya penguasa jagat (dunia), salah satu aspek di antara begitu banyak kemahakuasaan beliau. Pada ulon di bagian atas bangunan Padmasana pura ini terdapat gambar Acintya (artinya ‘tak terpikirkan’), salah satu sifat/sebutan Bhatara Siwa dalam bentuknya yang Nirguna . Bagaimana konsep jagatnatha di dalam naskah-naskah Nusantara?

Jagatnatha – Copy

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *